Nama: Bustomi

NRP: G34100055

Laskar: 11

Cerita Inspirasi Tentang Diri Sendiri

Inspirasi (ilham, yang menggerakkan hati dan pikiran) secara intuisi bisa dimaknai semacam nafas, bisikan dan penglihatan yang amat tajam dan menggerakkan (memengaruhi) hati dan pikiran seseorang (penulis) untuk berkemampuan berimajinasi atau mengembangkan perasaan dan pandangannya.

Inspirasi juga bermakna pencerahan (iluminasi) berupa petunjuk dari Tuhan yang terbit di hati dan pikiran sehingga meningkatkan kemampuan pikir, ide, gagasan, perasaan dan imajinasi seseorang. Kemudian secara dinamis, seseorang (penulis) itu mampu mengembangkan visi, prinsip dan kepribadian dalam memilih kata dan cara mengungkapkannya.

Selamat membaca..!!

Suatu ketika, saat saya masih duduk dibangku kelas 2 SMA di Jakarta. Saya mendapatkan suatu masalah, yaitu terlibat perkelaahian. Awalnya bermula dari masalah wanita dan saling tidak paham yang berembet pada tindakan anarkis. Bel pulang sekolah berbunyi, seluruh siswa keluar untuk pulang kerumah. Saya pulang belakangan karena harus ke ruang guru terlebih dahulu. Tiba-tiba saat sampai digerbang sekolah, saya sudah ditunggu oleh seseorang yang masih satu sekolah. Tiba-tiba hal yang tidak diinginkan terjadi. Kami terlibat perkelahian yang serius sampai terjatuh-jatuh. Akhirnya ia terpojok, tetapi seketika sepuluh orang datang membantu dia dan mengeroyok saya. Setelah saya kesakitan dan lemah tak berdaya mereka semua lari tanpa bekas. Untung saja ada teman yang melihat dan mengantar saya pulang.

Setelah sampai dirumah, tentunya saya diinterogasi oleh orang tua kenapa kamu babak belur sepeerti itu. Saya menjawab tadi berkelahi saat pulang sekolah dan menjelaskan sebab dan asal mula masalah sebelumnya. Untungnya mereka mengerti. Saat masuk ke kamar, saya melupakan semua dan tidak ada dendam sama sekali. Namun ketika saya berkaca, ternyata darah mengalir dari dahi saya. Langsung saya terkejut dan berubah 180 derajat menjadi sangat kesal sekali dan penuh dendam. Ingin sekali membalas perbuatannya.

Keesokan harinya, yaitu hari Minggu saya merenung, dan terus berfikir sampai saya menemukan 4 cara atau inspirasi untuk memecahkan masalah ini yaitu:

  1. Cara kesatria, yaitu pergi lagi sendiri untuk menantang duel satu lawan satu.
  2. Cara mafia, cukup menyuruh dan membayar orang untuk menghabisi dia.
  3. Datang kerumahnya untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan saling meminta dan memberi maaf
  4. Melupakan semua peristiwa yang terjadi, anggap hilang begitu saja.

Namun setelah berfikir lebih keras dan dalam, akhirnya dari 4 solusi tersebut saya memilih nomor 3. Lalu saat sore hari, saya bersama orang tua pergi ke rumahnya untuk menyelesaikan semua ini secara kekeluargaan supaya tidak ada dendam lagi. Dan akhirnya diapun menyesal atas perbuatannya, lalu ia meminta maaf atas segala perbuatnnya dan saya pun memaafkannya. Senin pagi, setelah upacara bendera, saya dan dia resmi berdamai serta dengan kesepuluh temannya.

Dari cerita ini kita dapat menyimpulkan bahwa damai itu indah dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan kekeluargaan adalah solusi yang terbaik. Dan dari cerita saya ini, saya terinspirasi untuk berbuat baik kepada orang lain dan saling memaafkan antar sesama.

Cerita Inspirasi Tentang Orang Lain

Ini adalah cerita tentang teman saya yang pecandu Narkoba. Ia bernama Harun. Harun adalah seorang pemuda berambut lurus dan berbadan kurus. Ketika kecil ia adalah anak yang baik dan mematuhi segala perintah orang tuanya. Namun ketika beranjak remaja, sikap dan kelakuannya mulai berubah, ia terlibat pergaulan bebas yang mengantarnya ke jurang kesuraman. Ibunya sangat sayang padanya. Ia rela memberikan daan mengorbankan apa saja untuk Harun termasuk dirinya. Tetapi rasa sayang yang berlebihan itu, malah ddimanfaatkan oleh Harun untuk memuaskan kebutuhannya seperti, membeli minuman keras dan obat-obat terlarang.

Pada suatu ketika saat matahari telah terbenam Harun pergi ke sebuaah tempat yang dimana tempat itu merupakan sebuah tongkrongan anak muda. Pipa kecil berisi seribu zat berbahaya disulutnya. Sehisap dua hisap, dan asap pun mengebul dari mulutnya. Malam semakin larut tempat tongkrongan semakin ramai. Tiba akhirnya sesi minum-minuman. Setegak dua tegak Donald kuning plus calpico diminumnya ditambah dengan lintingan ganja yang dibakar, menambah kenikmatan di tengah malam yang dingin. Hingga akhirnya seluruh pemuda disitu mabuk dan ada yang tak sadarkan diri. Keesokan harinya tibalah penyakit Harun kumat, yaitu ketergantungan atas narkoba. Segera ia membeli narkoba dari pengedar langganannya. Setelah dapat ia pakai secara diam-diam. Hal itu dilakukan secara berulang-ulang.

Namun nasib sial menimpanya, orang tuanya melabrak saat ia sedang asyik makai obat-obatan. Orang tuanya sangat marah dan kecewa padanya. Akibatnya Harun tidak boleh keluar rumah, dan jika ada keperluan diluar rumah harus ada yang mengawasinya. Satu bulan kemudian, saat ia menonton sebuah film yang bertema apabila kita ingin melupakan dan berhenti dari suatu hal yang sangat kita sukai tetapi berdampak negatif, maka buat cara lain atau alternatifnya. Harun pun terinspirasi dari film tersebut. Suatu hari saat ia sedang membutuhkan narkoba, ia tahan dirinya dan membeli permen untuk alternatifnya. Ternyata cara itu efektif dan dan terus ia ulang, walaupun ia pernah menghabiskan 1 bungkus besar permen. Akhirnya sekarang Harun sembuh total, tidak pernah memakai narkoba lagi. Dan orang tuanya pun ikut senang.

Nah dari cerita kawan saya ini, saya menarik kesimpulan bahwa janganlah di usia kita yang masih produktif ini sudah terpengaruh pergaulan bebas, pecandu obat-obat terlarang, dan hal negatif lain. Karena masih banyak hal positif dan alternatif yang seharusnya kita lakukan, seperti menimpa ilmu dengan giat,mendekatkan diri dan beribadah kepada ALLAH SWT, dan menjadi orang yang berguna bagi bangsa, agama, negara, dan orang tua.